oleh

Dugaan Korupsi AMDK PDAM Seret Mantan Pejabat Pemda Takalar

-Hukum-63 views

TAKALAR, INIKATA.com – Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Takalar di bawah kepemimpinan Salahuddin terus memperlihatkan eksistensi dalam penegakan Hukum. Tak berselang lama, Kejari Takalar kembali menetapkan dua orang tersangka baru terkait dugaan korupsi AMDK PDAM Takalar, Selasa Sore ( 20/04/21).

Kasus korupsi Penggadaan dan Pembangunan Air Minum Dalam Kemasan ( AMDK) di PDAM Takalar pada tahun 2018 dengan total anggaran yang di gunakan sebesar Rp1,2 miliar ini menyeret dua orang mantan pejabat tinggi Pemkab Takalar.

Wali Kota Dani Fatma

Penetapan kedua tersangka masing-masing berinisial N dan L ini sebelumnya menjalani pemeriksaan kurang lebih delapan jam di ruang Pidana Khusus Kejari Takalar dan masing – masing memiliki peran sebagai badan pengawas di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar. Sebagaimana diketahui, salah satu tersangka pernah menjabat sebagai Sekertaris Daerah Takalar.

Kasi Pidsus Kejari Takalar, Suwarni Wahab di dampingi Herdiawan Kasi Intel saat di wawancarai Selasa (20/04/21) mengatkan penetapan kedua tersangka di karenakan berperan sebagai ketua dan anggota badan pengawas dalam kasus air minum dalam kemasan.

“Kedua tersangka akan di jerat undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 55 ayat (1) dengan ancaman pidana minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” bebernya.

Penetepan kedua tersangka juga di warnai suasana haru di karenakan beberapa keluarga dan kolega berteriak dan menangis histeris di halaman kantor Kejari Takalar saat keduanya digiring ke Mako Polres Takalar untuk di titip.

Sekedar diketahui sebelumnya Kejari Takalar terlebih dahulu telah menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus AMDK yakni Direktur PT Laa Tahzan inisial T, Direktur PDAM Takalar inisial J, dan Sekertaris Badan Pengawas PDAM Takalar inisial AM. (ZQ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait