oleh

Peringatan Nuzulul Quran, Ni’matullah: Alquran Menjadi Pedoman Hidup

MAKASSAR, INIKATA.com – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Demokrat Sulsel memperingati malam Nuzulul, Senin (3/5) malam.

Ketua DPW Demokrat Sulsel, Ni’matullah menuturkan, selaih dihadiri pengurus DPW, peringatan Nuzulul Quran ini juga dihadiri beberapa pengurus DPC se-Sulawesi Selatan.

Wali Kota Dani Fatma

Ni’matullah dalam sambutannya mengingatkan, malam nuzulul quran menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali ke dasar.

“Kembali ke basic. Alquran yang menjadi pedoman hidup, baik hubungan vertikal kepada Sang Pencipta maupun hubungan horizontal ke sesama manusia,” ucap Wakil ketua DPRD Sulsel ini.

Dikatakan, selama ini, ada kecenderungan hanya memikirkan diri sendiri. Tidak ada lagi yang memikirkan rakyat. Padahal, sesungguhnya yang paling penting dari kita semua adalah bisa bermanfaat bagi sesama.

“Kita di Partai Demokrat pernah menjadi pemenang. Kita pernah mendudukkan kader terbaik sebagai presiden dan kesempatan itu memang dimanfaatkan untuk mengurus rakyat,” tegasnya.

Sehubungan dengan itu, Nuzulul Quran ini juga penting untuk menjalin silaturahmi. Ibarat tali, itu penting untuk terus dirajut agar bisa diikat. “Dengan demikian, kita bisa menjadi lebih kuat dan solid,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel ini juga mengingatkan untuk berhenti berambisi. Kembali lah untuk memikirkan rakyat. Apalagi di tengah situasi yang serba sulit ini.

“Jangan hanya berpikir jabatan. Saya mau jadi Ketua DPRD. Setelah itu apa? Mau merampok lagi? Jangan-jangan kita hanya memikirkan diri sendiri. Ini penting saya ingatkan kepada kita semua, bahwa ada rakyat yang harus diurus, harus dipikirkan. Bukan hanya memikirkan diri sendiri,” tegasnya.

Hadir menyampaikan hikmah nuzulul Quran, Ustaz Andi Erwin Baharuddin. Ia menegaskan, Quran memang menjadi sumber pedoman hidup.

“Ada 75 persen isi Alquran mengatur soal hubungan sesama manusia. Hanya sedikit yang mengatur hubungan ibadah secara vertikal,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ramadan ini, utamanya 10 malam terakhir adalah saatnya untuk mengejar keutamaan Ramadan. Utamakan kesalehan sosial, karena sesungguhnya yang paling baik adalah yang bermanfaat bagi sesama. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait