oleh

Bakri Sewang Tuding Ketua DPRD Takalar pemicu keributan, Kopel : Sangat memalukan

-News-69 views

TAKALAR, INIKATA.com – Kasus dugaan adu jotos antara sesama anggota dewan saat rapat pembentukan pansus LKPJ Bupati Takalar 2020 Senin (03/05/21) terus bergulir di Polres Takalar.

Buntut dari insiden itu, Legislator PDIP Andi Noorzaelan dari Fraksi Takalar Hebat ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya dituding sebagai pemicu terjadinya insiden tersebut. Ia diduga mengambil keputusan dengan semena-mena.

Wali Kota Dani Fatma

Hal itu diungkapkan salah satu anggota DPRD Takalar Bakri Sewang dari Fraksi PAN yang juga menjadi pelapor saat di temui di ruang komisi 1 DPRD Takalar Selasa (04/05/21).

Bakri menjelaskan awal mula terjadinya adu jotos antara sesama para wakil rakyat. Bahwa insiden itu bermula pada saat penyusunan komposisi Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keuangan dan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Takalar 2020.

“Pada hari Rabu 28 April 2021 lalu, Ketua DPRD mengundang untuk pembentukan pansus tersebut. Rapat menghasilkan keputusan. Qourum dan sah. Ketua DPRD tidak hadir padahal dia yang mengundang namun tiba-tiba Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya kembali mengundang untuk rapat pada Senin 3 Mei 2021 kemarin.” jelasnya.

“Pada rapat tersebut Pimpinan ngotot mengganti saya sebagai wakil ketua pansus dan memasukkan Andi Noorzaelan. Kita minta voting, tapi langsung ketuk palu. Disinilah kericuhan itu terjadi,” urainya.

Sementara itu, Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya yang juga berada di komisi 1 DPRD Takalar mengaku sebagai pimpinan rapat pihaknya hanya memfasilitasi aspirasi dari beberapa anggota pansus untuk mengelar rapat.

“Selaku ketua, saya hanya memfasilitasi aspirasi dari beberapa anggota pansus. Jadi tidak ada itu pemaksaan kehendak. Malah, karena saya berharap bisa dicari jalan keluar, maka saya berinisiatif untuk mengundang rapat.”kata Darwis.

Di tempat terpisah, Peneliti Senior KOPEL, Herman saat di hubungi Rabu (05/05/21) mengatakan persoalan yang terjadi sesama anggota dewan di Takalar dianggap sangat memalukan dikarenakan DPRD merupakan lembaga terhormat.

“Tak sejatinya perilaku bar-bar dipertontonkan di lembaga yang terhormat ini disebabkan penegak etika anggota DPRD disebut Dewan Kehormatan itulah mengapa kata terhormat itu melekat pada diri angota DPRD.,” Ujar Herman

Herman juga meminta Partai Politik mengevaluasi semua legislator yang terlibat. “Dan menempatkan kader di DPRD itu harus orang jadi, bukan baru mau belajar apalagi preman yang kebetulan terpilih,” katanya.

Sebelumnya diberitakan anggota DPRD Takalar di duga terlibat adu jotos Senin sore (03/05/21) pada saat rapat pembahasan Komposisi Pansus LKPJ Bupati Takalar 2020 mengakibatkan anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB), Johan Nojeng terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit setelah kepalanya terluka dan ketiganya juga saling melaporkan ke Pihak Polres Takalar. (ZQ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait