oleh

Tiga Proyek di Pemprov Sulsel Bermasalah, Begini Tanggapan Inspektorat

-News-240 views

MAKASSAR, INIKATA.com– Pengerjaan sejumlah proyek di lingkup Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dibiayai dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) nampaknya tidak berjalan lancar.

Pasalnya, dana Pemprov Sulsel yang bersumber dari utang proyek PEN ini minim realisasi. Sebanyak Rp400 miliar uang dari PT Sarana Multi Infrastruktur tercatat masih mengendap di kas daerah.

Wali Kota Dani Fatma

Sedangkan, dalam kesepakatan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), proyek itu harus selesai paling lambat 31 Mei mendatang. Pengerjaan yang berpotensi tidak direalisasi tepat waktu ini akan berpengaruh terhadap capaian kinerja Pemerintah.

Plt Kepala Inspektorat Sulsel, Sulkaf S Latief mengatakan ada proyek yang terhambat akibat progresnya yang dinilai lambat. Bahkan, pada pengerjaan di triwulan I masih terealisasi 10 persen.

“Masalahnya ada yang progresnya lambat itu makanya setiap hari Selasa dilakukan rapat di PUTR untuk mendorong percepatan,” ujar Sulkaf, Rabu (5/5/2021).

Proyek bermasalah ini, kata dia dimungkinkan akan berpengaruh terhadap target dan capaian program pembangunan pemerintah.

“Kalau rugi uang yang tidak karena tidak dibayar tapi capaian program terganggu,” katanya.

Ia menyebutkan, sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Sulsel sudah bersurat meminta agar tiga proyek itu diperiksa. Dengan demikian, lanjut tidaknya proyek tersebut tergantung hasil pemeriksaan Inspektorat dan BPK.

Terdapat tiga proyek yang dinilai bermasalah, dua diantaranya pengerjaan ruas jalan Bua-Rantepao di Toraja Utara dan Bendung Lalengrie di Bone. Sedangkan, proyek yang satunya lagi saat dikonfirmasi ke Inspektorat tapi diarahkan untuk menghubungi Dinas PUTR.

“Ada 3 yang diminta Kadis PUTR untuk diperiksa. Secara teknis minta datanya di PUTR,” paparnya. (Fdl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait