oleh

KPK Periksa Istri dan Ipar Nurdin Abdullah, ACC : Jangan Ragu Tetapkan Tersangka Lain!

-News-167 views

MAKASSAR, INIKATA.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia kabarnya kembali memanggil dan memeriksa 4 orang saksi dalam kasus dugaan suap perizinan dan Pembangunan Infranstruktur dilingkup Pemerintah Provinsi Sulsel tahun anggaran 2020/2021.

Pemeriksaan tersebut, dilakukan pada haru ini, Senin (24 Mei 2021) dan dilaksanakan di Markas Polisi Daerah Sulawesi Selatan.

Wali Kota Dani Fatma

Jubir KPK RI, Ali Fikri membenarkan adanya pemeriksaan 4 orang saksi dalam kasus suap Gubernur Non Aktif Sulsel, Nurdin Abdullah di Mapolda Sulsel.

Dimana, salah satu saksi yang periksa hari ini oleh penyidik KPK yakni Istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yakni Liestiaty Fachruddin, Idawati, H. Haeruddin, dan A Makassau yang diketahui merupakan ipar Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah.

“Hari ini pemanggilan 4 saksi untuk tersangka NA, TPK Suap perizinan dan pembangunan Infrastruktur dilingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021, pemeriksaan dilakukan di Polda Sulsel,” ucap Ali Fikri saat dihubungi melalui via telepone

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulfan membenarkan terkait pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolda Sulsel terkait kasus dugaan suap Gubernur non aktif Sulsel, Nurdin Abdullah.

“Iyye benar, hari ini (pemeriksaan di Mapolda),” singaktnya.

Disisi lain, Wakil Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi, Angga Reksa mendukung pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK RI.

“Kami mendukung pemeriksaan yang dilakukan KPK tersebut,” sebutnya.

Ia berharap penyidik KPK untuk tidak ragu – ragu melakukan penetapan tersangka lain dari kasus suap perizinan dan pembangunan Infranstruktur Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

“Kami harap penyidik tidak ragu untuk menetapkan sebagai tersangka pihak-pihak lain yang terlibat dalam korupsi NA, sejauh mana peran istri dan anak NA karena berdasarkan dakwaan AS di PN Tipikor Makassar, terungkap ada aliran dana ke mereka,” tutupnya. (Nca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait