oleh

Tersinggung Percakapan di Group WhatsApp, Seorang Pemuda Ancam Warga dengan Samurai

-Hukum-207 views

GOWA, INIKATA.com — Kejadian yang tidak patut kembali terulang di Kompleks Perumahan Mutiara Indah Kelurahan Romang Polong Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, Minggu (11/07/2021) sore.

Bagaimana tidak, hanya karena persoalan sepele yaitu kesalah pahaman terkait diskusi di Group WhatsApp forum warga, sehingga seorang anak muda yang diketahui bernama Mansyur Latuconsina bersama saudara dan bapaknya mendatangi rumah tetangganya sendiri sambil membawa sebilah samurai sambil berteriak-teriak.

Wali Kota Dani Fatma

Berdasarkan keterangan salah satu warga Perumahan Mutiara Indah yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa, awalnya pemuda bernama Mansyur ini datang berdua dengan kakaknya kerumah tetangganya bernama Rahman sambil teriak-teriak.

“Mereka mempertanyakan perihal kalimat yang dia anggap telah menghina om pelaku, tapi kemudian setelah di tengahi oleh beberapa warga dia kemudian pulang kerumahnya,” katanya warga yang identitasnya minta dirahasiakan.

“Tapi betapa kagetnya warga karena tidak lama berselang dia kembali lagi dengan saudaranya dengan sebilah parang sambil teriak-teriak mengacungkan parangnya dan mengancam warga,” sambungnya menjelaskan kronologi peristiwa yang dianggap meresahkan warga ini.

“Awas kalian saya tandai-ko semua,” kata Mansyur ditirukan saksi yang juga warga Perumahan Mutiara Indah ini.

Mendengar suara pemuda ini, sontak warga sekitar kemudian keluar rumah lantaran kaget mendengar keributan. Atas kejadian itu juga warga kompleks menjadi histeris.

“Tapi tidak lama kemudian orang tuanya juga datang sambil mengumpat dan menunjuk warga dan mengeluarkan kata-kata ancaman,” katanya lagi.

Menurutnya, kejadian ini sudah ke tiga kalinya keluarga Mansyur ribut-ribut dan mengancam warga, kejadian pertama pada saat halal bihalal dimana diduga karena tersinggung juga anak bapak ini mengancam warga dan kemudian pulang kerumahnya mengambil parang dan mencari warga.

Kemudian kejadian kedua ketika malam hari H pemilihan ulang ketua mesjid kompleks, hanya karena chat di Group WhatsApp kompleks, om pelaku (Ahmad) juga datang dirumah warga sambil teriak-teriak dan disusul juga oleh iparnya yaitu calon ketua mesjid H Mahyuddin L, yang merupakan orang tua pelaku pengancaman.

“Kami heran kenapa bisa kompleks seperti ini ada aktivitas bar-bar seperti itu sungguh sangat diluar nalar kami,” kesalnya.

“Dan lebih lucunya lagi mereka yang berbuat onar ini hanya berselang 5 menit setelah kejadian malah duluan melakukan pelaporan ke Polsek Somba opu, itupun ditemani oleh Pak Dahlan yang juga ketua RW 13 lingkungan Garaganti kelurahan Romang Polong,” katanya.

“Meskipun laporannya ditolak di Polsek warga semakin yakin bahwa pak Dahlan ini memang sangat tidak layak untuk tetap menjadi ketua RW di perumahan tersebut,” kuncinya.(Anca)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait